Sejarah Awal Kemunculan Kaos di Dunia

Kaos adalah Pakaian sederhana yang ringan untuk menutup tubuh bagian atas. Diawal kemunculannya Kaos tidak memiliki kancing dan kerah, dengan leher bulat dan lengan pendek. Pakaian ini bisa dikenakan oleh siapa saja, baik pria dan wanita, dan untuk semua kelompok umur termasuk bayi, remaja, dewasa bahkan manula.

Kaos sudah menjadi pakaian sehari-hari karena selain sangat nyaman digunakan kaos juga memiliki beberapa kelebihan seperti mudah dipadukan dengan pakaian lain, memiliki gambar atau tulisan yang menggambarkan pemakainya, dipakai media untuk promosi dan bahkan digunakan sebagai seragam kerja oleh beberapa perusahaan swasta. Saking sudah sangat melekatnya kaos pada kehidupan sehari-hari masyarakat, rasanya semua orang di dunia ini pasti memiliki kaos karena sangat nyaman dipakai dan juga modis sehingga sangat sering kaos menjadi sebuah trend. Pemakaian kaos juga tidak dipatok oleh Gender atau Usia, entah itu laki-laki atau perempuan, entah itu remaja, dewasa, manula bahkan bayi juga sudah memakai Kaos.


Melihat kepopuleran kaos, rasanya akan sangat menarik bila Mimin bahas tentang Sejarah Awal Kaos hingga Masuknya Kaos ke Indonesia karena mungkin banyak dari kita yang tidak mengetahuinya. Mengingat pembahasan Sejarah Kaos ini akan sangat panjang dan padat informasi, maka Admin akan bagi menjadi 2 Part Artikel Sejarah Awal Kaos di Dunia dan Sejarah Masuknya Kaos ke Indonesia. Tanpa berlama-lama mari kita bahas Sejarah Awal Kaos.



SEJARAH AWAL KAOS

T-Shirt atau Kaos Oblong pertama kali muncul pada tahun 1898-1913 pada Perang Spanyol dan Amerika. Pada saat itu Tentara Angkatan Laut Amerika mengenakan Kaos sebagai Pakaian Dalaman dari Seragam. Lalu ketika awal menggunakan Kapal Selam dan pada Cuaca Tropis, menjadi umum dikenakan oleh para Pelaut dan Marinir dengan membuka seragamnya dan hanya mengenakan Kaos. Pada masa itu Kaos masih berbentuk Pakaian Pull-Over tanpa kancing, dengan bentuk leher bulat, berlengan pendek dan hanya berwarna putih.


Pada masa The Great Depression yang terjadi pada tahun 1930 dimana ekonomi dunia sedang sangat buruk, kaos menjadi terkenal setelah dipakai oleh para Veteran Perang yang membuka seragamnya dan hanya menyisakan kaos dalaman dan menjadikannya pakaian kasual. Para Pekerja Industri, Pekerja Pertanian dan Peternakan juga ikut memakai Kaos karena selain sangat mudah dikenakan, kaos juga sangat mudah dibersihkan dan harganya yang terjangkau.



AWAL KEPOPULERAN KAOS

Pada tahun 1947 menjadi Awal Kepopuleran Kaos setelah Marlon Brando yang memerankan Tokoh Stanley Kowalski mengenakan Kaos berwarna Abu-abu yang pas melekat pada tubuhnya dalam Pentas Teater “A Streetcar Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, Amerika Serikat. Penonton berdecak kagum pada saat melihat penampilan Marlon Brando yang dirasa sangat keren serta sangat pas ketika memerankan Tokoh Stanley Kowalski dengan mengenakan Kaos yang sangat menggambarkan Anak Muda yang Bebas.


Disamping itu ada juga beberapa penonton yang protes hingga menganggap bahwa memakai kaos itu sebagai bentuk dari Pemberontakan. Terjadinya polemik pada masa itu membuat masyarakat terbagi menjadi dua yaitu antara yang Pro dengan menganggap bahwa memakai kaos dianggap sebagai bentuk Kebebasan dan yang Kontra dengan menganggap bahwa memakai kaos itu Tidak Sopan dan Tidak Beretika. Dari polemik yang terjadi membuat Kaos menjadi bahan perbincangan yang sangat menarik di kalangan masyarakat dan masyarakat pun menjadi sangat penasaran dan antusias dengan Kaos.



KAOS MENJADI SEBUAH TREND FASHION

Pada tahun 1960 saat kaum Hippies merajai dunia, mereka menjadikan Kaos sebagai “State of Fashion” karena dianggap sebagai Simbol Anti-Kemapanan. Di tahun yang sama Komunitas Punk menjadikan Kaos sebagai Media untuk menyampaikan Pesan dan Propaganda yang kemudian diikuti oleh Organisasi Politik untuk menyebarkan Fahamnya. Kaos dipilih sebagai media berekspresi dengan mencetak apapun diatasnya karena dianggap dapat menjangkau lebih luas dibandingkan dengan poster atau media promosi lainnya.


Pada tahun 1960 Kaos dijadikan merchandise oleh Band-Band yang saat itu sedang sangat terkenal seperti The Rolling Stones dan Pink Floyd. Kaos tidak hanya digambar dengan logo band saja, tetapi kaos juga dicetak dengan Sampul Album, Artwork para Pendukung dan juga Poster Konser. Pada saat inilah kaos sangat melekat pada dunia music dan hampir semua penikmat musik memiliki kaos dari band kesayangannya.


Pada tahun 1961 Amerika dan Eropa dilanda Demam kaos setelah Aktor James Dean menggunakan Kaos pada Film “Rebel Without A Cause” yang membuat Kaos menjadi sangat populer di kalangan masyarakat khususnya anak muda kala itu. Karena mewabahnya demam kaos dan menjadi polemik dikalangan masyarakat, sebuah organisasi yang menamakan dirinya “Underwear Institue” (Lembaga Pakaian Dalam) menuntut agar Kaos diakui menjadi Pakaian Luaran seperti baju-baju lainnya karena kaos merupakan sebuah karya busana yang telah menjadi bagian dari budaya mode.


Sekian penjelasan dari Admin tentang Sejarah Awal Kaos di Dunia, nantikan artikel selanjutnya tentang Sejarah Masuknya Kaos ke Indonesia. Semoga Artikel kali ini menjadi sumber Inspirasi bagi Mitra Almega semua yang sedang merintis Brand nya serta berbisnis di Dunia Fashion. Sekian Ulasan dari Admin semoga menjadi Informasi, Tambahan Ilmu, Referensi dan Pembelajaran serta Bermanfaat untuk Mitra Almega.


Untuk informasi Pemesanan Kain Bahan, Promo dan Konsultasi seputar Kain Bahan Kaos atau Jaket, Mitra Almega bisa Hubungi Whatsapp Official Almegatex Klik Disini. Atau Download E-Katalog Gratis untuk melihat Warna untuk kebutuhan Kain Bahan Kaos atau Jaket yang cocok untuk Produksi dari Mitra Almega silahkan Klik Disini.


Terima Kasih sudah menjadi Mitra Almega dan Berlangganan Bahan Kaos dan Jaket dari ALMEGATEX.

6 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Masuknya Kaos ke Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang, pertama kali dibawa masuk oleh orang-orang belanda hingga industri kaos krea