Perbedaan Pewarnaan Sulfur & Reaktif

Diperbarui: 12 Okt

Metode dan Zat Pewarnaan pada Kain Bahan di Dunia Textile sangatlah beragam, apakah Aman untuk digunakan atau malah Berbahaya bagi penggunanya?

Didalam dunia Pencelupan Warna terdapat dua jenis Metode Pencelupan yaitu Pewarna Sulfur dan Pewarna Reaktif. Tapi apakah Mitra Almega mengetahui perbedaan antara Pencelupan Sulfur dan Reaktif? Mari kita bahas satu-satu.


1. Metode Pewarnaan Sulfur (Belerang)

Zat Pewarna Sulfur seperti namanya terbuat dari Belerang, menghasilkan warna yang Sangat Pekat dan sering dipakai untuk Mewarnai Kain pada Warna Hitam atau Warna-warna tua lainnya. Zat Pewarna Sulfur adalah zat warna yang pada setiap Struktur Molekulnya terdapat Rantai Belerang sebagai Khoromophor dan Gugusan Samping yang berguna dalam proses pencelupan. Zat Pewarna Sulfur memang sangat baik pada segi Warna tetapi Tidak Ramah Lingkungan serta Cenderung Berbahaya untuk Kulit yang Sensitif.


Ciri-ciri Kain dengan Pewarna Sulfur (Belerang) :

- Warna Kain Pekat kemerah-merahan

- Kain cepat Rapuh saat sudah dicuci beberapa kali

- Warna Mudah Luntur

- Dari permukaan kain terkadang tercium bau asam seperti cuka

- Cenderung Berbahaya untuk Kulit Sensitif karena dapat menimbulkan Gatal, Bintik Merah bahkan mungkin dapat menyebabkan Iritasi

- Tidak bisa digunakan untuk media Sablon Discharge atau Cabut Warna


2. Metode Pewarnaan Reactive (Reaktif)

Zat Pewarna Reactive merupakan Zat Pewarna Organik yang mempunyai Intensitas Warna yang Tinggi yang digunakan untuk Pewarna Tekstil dan Benang. Zat Pewarna Reactive mempunyai sifat Tahan Luntur (Fastness), Fiksasi dan lebih menarik secara Visual.


Ciri-ciri Kain dengan Pewarna Reactive (Reaktif) :

- Warna Kain Cerah

- Kain Tahan Lama walaupun sudah dicuci beberapa kali

- Tahan Luntur karena memiliki sifat (Fastness)

- Zat Pewarna paling Aman & Ramah untuk Kulit Sensitif

- Sifat Zat Pewarna yang Responsif dan Aman dibandingkan dengan zat pewarna lain seperti Zat Warna Azo, Tank atau Sulfur

- Dapat digunakan untuk media Sablon Discharge atau Cabut Warna

- Hasil Warna Sablon terlihat lebih Cerah saat dipadukan dengan bahan Reaktif


Kesimpulannya adalah Zat Pewarna Reactive (Reaktif) lebih baik daripada Zat Pewarna Sulfur (Belerang) dari segi Ketahanan Bahan, Kecerahan Warna serta Aman dan Ramah untuk Kulit Sensitif. Melihat dan Menimbang dari berbagai aspek tersebut, kami menggunakan Zat Pewarna Reactive (Reaktif) untuk Semua Produk di ALMEGATEX. Karena ALMEGATEX tidak hanya mementingkan Kualitas Warna dan Ketahanan Produk tetapi Keamanan Produk agar senantiasa Nyaman dan Aman dipakai oleh Mitra Almega.


Bila Mitra Almega memiliki Pertanyaan seputar Kain Bahan Kaos bisa langsung hubungi Whatsapp Official Almegatex Klik Disini atau Langsung Download E-Katalog Gratis untuk Memilih Bahan dan Warna yang Cocok dengan Kaos yang akan Mitra Almega buat di Klik Disini.


Sekian penjelasan Perbedaan Pewarnaan Sulfur dan Reaktif. Semoga menjadi Informasi, Tambahan Ilmu, Referensi dan Pembelajaran serta Bermanfaat bagi Mitra Almega. Terima Kasih sudah Menjadi Mitra Almega dan Berlangganan Bahan Kaos dari ALMEGATEX.



Artikel Lainnya :

- Jenis - Jenis Kain Yang Cocok Untuk Membuat Kaos

- Bagus mana, Babyterry atau Fleece?

- Mengenal lebih Detail Bahan Cotton Combed (Katun Combed)

- Cotton Bamboo "Terobosan Baru Dunia Tekstil"

- Cotton Modal Premium "The Most Comfortable Cotton"

- Chief Value Cotton (CVC)

13 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Masuknya Kaos ke Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang, pertama kali dibawa masuk oleh orang-orang belanda hingga industri kaos krea